19.6.12

Berjalan Lambat Dapat Menyebabkan Pikun

Perubahan kecepatan seseorang berjalan dapat menjadi sinyal tahap awal risiko demensia.
Para ilmuwan dari Oregon Health and Science University meneliti hubungan antara kecepatan berjalan dengan penurunan kognitif dari 93 peserta.

Peneliti memantau kecepatan berjalan peserta menggunakan sensor inframerah di rumah mereka dan memberikan tes memori dan berpikir selama periode tiga tahun.

Penelitian yang dipublikasikan dalam American Academy of Neurology menemukan bahwa orang-orang yang berjalan lambat lebih mungkin berisiko mengalami penurunan daya ingat yang lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang terbiasa melangkah dengan ritme cepat.

"Penelitian ini penting karena dapat membantu mendeteksi demensia pada tahap awal dan juga membantu dalam mencegah perkembangan penyakit," ungkap peneliti Dr Hiroko Dodge, dilansir melalui Huffingtonpost, Senin(18/6).

Sebagaimana dilansir Wikipedia, Demensia merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan pada otak. Demensia bukan berupa penyakit dan bukanlah sindrom.
Pikun merupakan gejala umum demensia, walaupun pikun itu sendiri belum berarti indikasi terjadinya demensia.
Orang-orang yang menderita demensia sering tidak dapat berpikir dengan baik dan berakibat tidak dapat beraktivitas dengan baik. Oleh sebab itu, mereka lambat laun kehilangan kemampuan menyelesaikan permasalahan dan perlahan menjadi emosional, sering hal tersebut menjadi tidak terkendali.

Minuman Keras Paling Terlaris Dunia

Jinro Soju menjadi minuman keras (miras) terlaris di dunia. Minuman dari Korea --hasil fermentasi beras-- ini mengalahkan Vodka Smirnoff yang merupakan favorit miras di dunia.

Warga Korea sendiri dikabarkan menenggak hampir satu mililiter Jinro Soju setiap bulan. Menurut laporan NY Daily News, Jinro Soju terjual sebanyak 61,4 juta botol. Ini dua kali lebih banyak dari penjualan Vodka Smirnoff yang terjual sebanyak 24,7 juta tahun lalu.

Salah satu makanan yang paling populer sebagai pasangan Soju adalah hidangan bulgogi panggang atau kalibi, bawang putih, kedelai, dan daun bawang yang diasinkan, atau juga bisa dengan snack bar khas Korea.

Di Korea sendiri, pangsa pasar Soju mencapai 58 persen dan hampir satu miliar dari mereka minum 360 ml botol Soju sebulan.

Berikut adalah 10 top dunia merek minuman keras terlaris di dunia:


  1. Jinro Soju (61.380.000)
  2. Smirnoff Vodka (24,7 juta)
  3. Lotte Liquor Soju (23,9 juta)
  4. Emperador Brandy (20,1 juta)
  5. Bacardi Rum (19,6 juta)
  6. Tanduay Rum (18,7 juta)
  7. Pirassununga Cachaca (18,6 juta)
  8. Johnnie Walker Whiskey-scotch (18 juta)
  9. Officer's Choice Whisky-India (16,5 juta)
  10. McDowell No 1 Whisky-India (16,1 juta)

14.6.12

Foto Anak Bella dan Edward di Film Twilight "Breaking Dawn Part 2"

Dia setengah manusia, setengah vampir, dan menggemaskan. Sosok keturunan pertama Bella dan Edward, Renesmee, akhirnya diperlihatkan dalam "Twilight Breaking Dawn Part 2".

Dalam foto yang dirilis Entertainment Weekly, terlihat Renesmee tengah mengintip di antara kedua orangtuanya. Renesmee diperankan oleh Mackenzie Foy yang masih berusia 11 tahun, dan ya, dia memang cepat tumbuh sejak dia lahir di "Part 1".


Sebelum bermain dalam "Twilight", Mackenzie pernah muncul dalam acara "Flash Forward", membintangi "Hawaii Five-O" dan beberapa proyek serial televisi dan film. Dirinya bermain dalam "Five-O" saat diketahui dia mendapat peran sebagai Renesmee, katanya kepadanya Yahoo! Movies saat peluncuran "Part 1".

Kristen Stewart juga berbagi pemikirannya tentang gadis cilik yang berperan sebagai putrinya itu, "Aku suka mengobrol dengan Mackenzie. Aku selalu penasaran apa yang ada di pikiran seorang anak kecil yang ikut bermain dalam film. Umur dia sangat dekat dengan saat dulu aku memulai karier aktingku."

9.6.12

Makanan Yang Dapat Membantu Anda Berhenti Merokok

Penelitian terbaru oleh University at Buffalo Public Health and Health Profession menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran dapat membantu Anda untuk berhenti dan bebas dari tembakau lebih lama.

Para peneliti menyurvei 1.000 perokok berusia 25 tahun ke atas dengan melakukan wawancara via telepon secara acak. Peneliti menindaklanjuti penelitian, 14 bulan kemudian, dan kembali menanyakan apakah ada penggunaan tembakau selama beberapa bulan ke belakang.

Temuan yang dipublikasikan dalam journal Nicotine and Tobacco Research menemukan setelah 14 bulan, perokok yang mengonsumsi buah dan sayuran tiga kali lebih banyak, mungkin terbebas dari penggunaan tembakau selama minimal satu bulan dibandingkan dengan perokok yang jarang atau tidak suka memakan buah dan sayuran.

"Memang, ini hanya penelitian observasional, tetapi makanan yang dikonsumsi seseorang dapat memfasilitasi keberhasilan untuk berhenti merokok," jelas peneliti Jeffrey P. Haibach, MPH, dilansir melalui Medicaldaily (7/6).

Haibach menambahkan, buah dan sayuran lebih cepat memberikan efek rasa kenyang sehingga membantu mengurangi kebutuhan untuk merokok. Menurutnya, terkadang perokok keliru mengartikan rasa lapar dengan keinginan untuk merokok. Karena, kebanyakan perokok mengatakan merokok dapat menghilangkan rasa lapar.

Daging, minuman berkafein dan alkohol disarankan mulai dikurangi untuk menyukseskan program berhenti merokok. "Makanan seperti buah dan sayuran sebenarnya dapat memperburuk rasa rokok," jelas Haibach.

2.6.12

Dua Kebiasaan Yang Dapat Memangkas Kalori #Tips

Tak perlu repot-repot mendatangi tempat fitnes. Anda cukup dengan mengurangi waktu kebiasaan menonton TV dan makan lebih banyak buah, kalori bisa berkurang tanpa disadari.

"Hanya dengan membuat dua perubahan gaya hidup ini akan memberikan efek besar dan orang tidak perlu kewalahan," ungkap Bonnie Spring, profesor kedokteran preventif di Northwestern University Feinberg of Medicine, dilansir melalui Medicaldaily (31/5).

Hasil ini didapatkan setelah peneliti merekrut 204 pasien berusia 21-61 tahun, kemudian membaginya menjadi empat kelompok.

Kelompok pertama diharuskan meningkatkan asupan buah dan sayuran, ditambah meningkatkan aktivitas fisik. Kelompok kedua harus mengurangi lemak dan kebiasaan bermalas-malasan. Kelompok ketiga harus mengurangi lemak dan meningkatkan aktivitas fisik, dan kelompok terakhir harus meningkatkan asupan buah dan memotong kebiasaan bermalas-malasan.

Peneliti menemukan orang yang makan buah dan sayur serta berhenti menyantap kripik kentang sambil bermalas-malasan di sofa lebih mampu mempertahankan berat badan. Sekitar 86 persen peserta mengakui mengalami penurunan berat badan setelah menerapkan pola hidup sehat tersebut.

"Orang bisa membuat perubahan sangat besar dalam waktu singkat dan tetap mempertahankan kebiasaan tersebut dengan baik. Hal ini jauh menunjukkan hasil yang baik dari yang kami duga sebelumnya," tambah Spring.
 
Copyright © Berita Gila
Sponsored by blogger.com